Ingin Syi’ar Setelah lulus

photo_2017-02-09_11-09-00 (2)

Pemilik nama asli Ibrahim Anhar ini adalah siswa dari pasangan Bapak Sarwonoto dan Ibu Farida. Ayahnya bekerja di Yayasan Al Bunyan dan Ibunya sebagai Ibu Rumah Tangga dan memiliki usaha catering. Baim adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Sebelumnya Baim tinggal bersama orang tua dan seluruh saudara kandungnya, namun kini Baim tinggal di asrama sebagai santri SMPIT Al Bunyan. Kakak pertama dan kedua masih menempuh pendidikan tingkat SMA, sedangkan adik Baim yang keempat usianya 3 tahun. Biaya sehari-hari diperoleh dari kedua orangtuanya, selain itu Baim juga memperoleh bantuan dari sekolah tiap bulannya, “Saya senang bisa bersekolah di SMPIT Al Bunyan, belajarnya nyaman, jauh dari kehidupan kota, peraturannya cukup tegas membuat saya semakin disiplin, ada kegiatan shalat dhuha dan tilawah bersama, shalat wajibnya pun selalu berjama’ah dan tepat waktu, ditambah lagi mendapatkan keringanan biaya dari sekolah, saya benar-benar bersyukur kepada Allah,” jelas Baim ketika diwawancarai sehabis shalat dzuhur.

Sama halnya dengan Izaz, Baim pun rutin shalat 5 waktu di masjid, dia memilih menjadi santri di SMPIT Al Bunyan karena ingin mandiri. Sehabis maghrib, Baim biasa menghafal Al Qur’an dan ba’da Isya Baim terbiasa belajar dan juga mengerjakan tugas-tugas sekolah. Biasanya sehabis shalat subuh, Baim dan kawan-kawannya di asrama menyetorkan hafalan Qur’annya sembari mendengarkan tausiyah dari Ustadz Samsam. Baim yang baru berusia 13 tahun sudah memiliki hafalan Qur’an sebanyak hampir 3 juz.

Santri yang senang membaca komik ini bercita-cita ingin menjadi seorang Pengusaha muda yang hafidz, alasannya sederhana yaitu ingin membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang membutuhkan, sekaligus syi’ar kepada masyarakat mengenai pentingnya membaca dan menghafal Al Qur’an.

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *